Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Parepare
Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, tentu banyak gambaran di benak setiap orang
mengenai sosok yang satu ini. Ia punya gaya bicara, ekspresi wajah, gerak-gerik
yang nyaris disepakati banyak orang sebagai tipikal orang cerdas. Saya (pen.)
hanya bisa mengungkapkan bahwa banyak prestasi yang telah ditorehkan beliau,
yang meskipun saya tidak tahu secara persis apa sajakah itu. Dan selebihnya,
yang sangat istimewa, adalah kesan sederhana yang tampak darinya.
BJ Habibie adalah sosok yang telah menginspirasi jutaan
anak usia sekolah untuk bersungguh-sungguh dalam belajar dan menggapai
cita-cita. Betapa banyak orang tua yang menyebut namanya di saat menasehati
anak-anaknya. Hari ini Rabu 11 Muharam 1441 H./11 September 2019 M. beliau tutup
usia.
“Kalau kamu mau tahu kekayaan terbesar bangsa
Indonesia adalah sumber daya manusianya. Maka cintailah manusianya...,”
demikian satu ungkapan yang dinukil oleh salah seorang cucunya yang pernah ia dengar
dari eyangnya, BJ Habibie.
Sebagai seorang pribadi muslim, dengan segudang
prestasi, jasa dan kebaikan yang telah ditorehkannya selama masa hidupnya serta
inspirasi bagi jutaan anak bangsa, semoga husnul khatimah dan mendapat
kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, yakni sebagaimana yang diungkapkan dalam Firman-Nya:
لِّلَّذِينَ
أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ
ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ [١٠: ٢٦]
“Bagi orang-orang
yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka
mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah
penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus/10: 26)
