Wednesday, July 4, 2018

DONASI INFAK PROGRAM ASUH


A.    PENDAHULUAN
Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah Cabang Pameungpeuk Kabupaten Garut merupakan lembaga pendidikan Islam terintegrasi. Sebagaimana tercermin dari gerak langkah KH Ahmad Dahlan sebagai peletak dasar pendidikan Islam dan pendidikan umum (saat itu diidentifikasi sebagai faham pendidikan Barat), integrasi pendidikan agama dan umum adalah kerangka untuk mencetak generasi penerus para ulama, zu’ama, pendidik serta kader dakwah yang memiliki integritas dan visi berkemajuan.  
Penyelenggaraan pendidikan bukan sesuatu yang dapat dibayar dengan jumlah kecil, terlebih pada lembaga pondok pesantren dengan operasional dan jam pelajaran yang berbeda. Di era monetisasi ini segala bentuk gerak aktivitas tidak terlepas dari perhitungan mata uang. Seperti pada tetes air yang digunakan yang tidak terlepas perhitungan tersebut, anggaran yang dibutuhkan jauh berbeda dengan perhitungan lembaga pendidikan lain yang hanya terikat pada jam pelajaran sekolah.
Konsekwensi pembiayaan yang lebih mahal di sebuah pondok pesantren tentu menjadi persoalan bagi peserta didik dengan latar belakang ekonomi lemah. Tentu tidak akan sulit untuk menjumpai seorang anak tekun dalam belajar, baik dalam perilaku dan beribadah, yang berasal dari keluarga tidak mampu. Dan tidak sedikit pula kita jumpai anak dengan potensi demikian berubah drastis dalam masa pertumbuhannya dikarenakan ia tidak mendapatkan pendidikan yang selayaknya ia dapatkan.
Terkait dengan gambaran seperti itu pula kemudian KH Ahmad Dahlan, dengan spirit surat Al-Ma’un,  di dalam dakwahnya yang tidak sekedar penyampaian wahyu Ilahi akan tetapi berperan sebagai gerakan liberasi, yakni gerakan untuk membebaskan umat dari keterbelakangan, kebodohan dan ketidakberdayaan. Sangat disayangkan apabila anak-anak dengan latar belakang seperti di atas justru kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang terbaik seperti di pondok pesantren.

B.     LATAR BELAKANG
Banyak dari peserta didik kami yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan di pesantren karena terkendala biaya. Di luar itu, yakni dari calon peserta didik yang kami jajaki, banyak dari kalangan orang tua/wali calon santri yang tidak memondokkan anaknya di pesantren karena terkendala pembiayaan meskipun anak-anaknya memiliki potensi dalam penguasaan bidang keagamaan maupun umum.
Beban infak yang kami tetapkan sejatinya berada di ambang minimum yang terkadang hal itu sangat beresiko pada kebutuhan operasional penyelenggaraan Pondok Pesantren. Akan tetapi, meskipun demikian nominal tersebut tidak dapat dipenuhi oleh sebagian besar orang tua/wali santri. Hal itu tampak dari banyaknya santri yang memutuskan untuk tidak melanjutkan mondok dan yang menunggak pembayaran yang tidak sedikit.
Sejauh ini kami telah memberlakukan pembebasan infak bagi beberapa orang santri dengan latar belakang tidak mampu. Akan tetapi dikarenakan sebagian besar anggaran operasional kami bersandar pada kontribusi infak santri, pembebasan biaya tersebut berpengaruh pada anggaran operasional yang sedikit banyak juga berpengaruh pada pelaksanaan program pendidikan secara optimal.
Alih-alih tidak memutus harapan santri yang berasal dari kalangan tidak mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka melalui progra Donasi Anak Asuh ini, yang nyata-nyata memiliki kedudukan yang utama dan insyaallah dapat membuka banyak pintu kebaikan setelahnya.

C.    MAKSUD DAN TUJUAN
Program Anak Asuh ini memiliki maksud dan tujuan:
a)    Membantu anak dari latar belakang ekonomi lemah untuk belajar di pesantren sehingga mereka memiliki kesempatan terbuka untuk mendapatkan pendidikan terbaik
b)   Memperkenalkan pesantren lebih luas sebagai lembaga pendidikan alternatif pilihan terbaik dalam mempersiapkan generasi yang cakap dan teguh beragama.
c)    Memperluas ikatan silaturahim dan jejaring kebaikan yang mencerminkan pendidikan Islam holistik dan universal (rahmatan lil’alamin).
d)   Mengoptimalkan program pendidikan unggulan sebagai lembaga pencetak kader yang memiliki integritas dan visi berkemajuan
e)    Berkontribusi dan menumbuhkan peran aktif dalam dakwah  Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT.

D.    PROFIL PONDOK PESANTREN
Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk Garut merupakan lembaga pendidikan Islam terintegrasi (agama-umum terpadu), yang didirikan dengan latar belakang kekhawatiran akan minimnya kader ulama dari kalangan generasi penerus. Sebagai lembaga pendidikan milik Muhammadiyah, Al-Manaar diharap mampu menjawab kegelisahan tersebut, yakni sebagai sentra pengkaderan ulama dan intelektual muda yang berkemajuan, generasi yang memiliki aqidah yang kuat, berkarakter akhlak mulia, memiliki integritas dan visi berkemajuan.
Al-Manaar Program pembelajaran kurikuler, di samping memenuhi kurikulum madrasah yang ditetapkan pemerintah, mencakup berbagai disiplin keilmuan seperti ilmu kalam, tajwidul qira`ah dan insya`, Bahasa Arab (nahw, sharf, balaghah), tafsir dan ilmu tafsir, hadits dan ilmu hadits, fiqih, ilmu ushul fiqih, ilmu dakwah, ditambah program non kurikuler seperti muhadatsah ‘arabiyah, English Conversation, pengembangan minat dan bakat serta program intensif unggulan.
Yang tidak kalah bobot intensitasnya, adalah program pembinaan kesantrian yang mencakup berbagai aspek kegiatan seperti ibadah fardhu, ihya`us sunnah, adab dan sopan santun, disiplin rutinitas dan hal-hal lain terkait dengan segala bentuk aktivitas santri baik individual maupun komunal serta kemandirian dalam bertindak dan bersikap.
Dan merupakan program ikonik dan unggulan Pondok Pesantren, terdiri dari:
1)        Muhamalatul Quran dan Hapalan Hadits;
2)        Muthola’ah dan Kajian Ilmu Ushul Fiqh; mempersiapkan santri dengan kemampuan dasar metodologi istidlal melalui pendalaman ilmu ushul fiqh dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah.
3)        PDL (Praktek Dakwah Lapangan); di samping materi pembelajaran kurikuler yang mendalami dasar-dasar dan metodologi dakwah, santri dibekali dengan bimbingan kecakapan sebagai public speaker dengan praktek harian (Mutiara Hadits setiap selesai shalat fardhu), pengajian dan kajian santri, pelatihan khusus serta terjun langsung di masyarakat.
4)        Bahasa Arab dan Bahasa Inggris influence; membekali santri dengan kemampuan penggunaan dua bahasa internasional.
5)        Pengembangan bakat dan minat santri dan kewirausahaan
Dalam usia tiga dasawarsa, Al-Manaar telah melahirkan kader-kader dakwah, ahli ilmu, zu’ama, profesional dan bidang-bidang lain yang memiliki kiprah dan kontribusi penting di berbagai wilayah. Khusus dalam ruang lingkup Persyarikatan, peran aktif alumni juga cukup dominan di berbagai lingkup Pimpinan, AUM, Ortom serta kelembagaan lainnya di Muhammadiyah.
 Data Statistik Pondok Pesantren Terlampir.

E.     BUDGET FUNDING PROGRAM ASUH
Budget Funding Program Asuh dalam bentuk Beasiswa Santri Tidak Mampu dan Berprestasi memiliki sasaran yang terdiri dari anak yatim, anak dari ekonomi lemah (fakir-miskin) atau keterbatasan finansial lainnya. Donasi program juga akan dialokasikan sebagai reward prestasi santri di bidang tahfizh, prestasi akademik dan reward lain yang akan diakumulasikan dengan beasiswa tetap, menjadi saldo tabungan yang dapat digunakan penerima untuk kebutuhan pembiayaan non-reguler atau kebutuhan lainnya.
Kategori santri penerima beasiswa tetap antara lain:
a)        Kategori-1; pembebasan infak Syahriyah dan Infak Pembangunan (Rp. 86.500/bulan)
b)        Kategori-2; Pembebasan Infak Syahriyah, Infak Pembangunan dan Infak Beras (Rp. 86.500 + 10 kg Beras)
c)        Kategori-3, Beasiswa Penuh; Santri dibebaskan dari Infak Syahriyah, Infak Pembangunan, Infak Beras dan Infak Lauk Pauk. (Rp. 86.500 + 10 kg Beras + Rp. 180.000)
Kategorisasi tersebut ditentukan berdasarkan latar belakang orang tua/wali secara ekonomi yang dalam mekanismenya disyaratkan untuk mendapatkan rekomendasi dari Pimpinan Ranting/Cabang Muhammadiyah tempat asal, pejabat tingkat desa dan atau memalui penjaringan yang dilakukan oleh pihak Pondok Pesantren. Estimasi sasaran donasi yang meliputi: 48 santri untuk Kategori-1, 27 santri Kategori-2 dan 15 santri Kategori-3 (Beasiswa Penuh) ditambah Rp. 10.320.000 untuk Reward Beasiswa Prestasi selama satu semester (6 bulan) untuk seluruh kelas/jenjang pendidikan. Dalam hal pendistribusian donasi masih terdapat sisa, hal tersebut akan digulirkan pada realisasi Program Asuh periode berikutnya.

F.     PENUTUP
Setiap donasi yang diterima alokasinya mencakup pembayaran infak pembangunan yang penggunaannya terdiri dari pembangunan, pemeliharaan dan rehabilitasi sarana pesantren. Setiap rupiah yang digunakan dalam wilayah ini merupakan wakaf (shodaqoh jariyah) yang sifat manfaat dan pahala yang melekat padanya akan terus mengalir. Selain bahwa, di samping kedudukan tersebut, sehubungan dengan aktivitas keilmuan, setiap donasi juga berperan besar pada satu amalan yang pahalanya tidak terputus, yakni ilmu yang bermanfaat.
Budget Funding (Donasi Infak) Program Asuh ini merupakan bagian dari upaya  revitalisasi dan pengembangan kapasitas pendidikan di Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk. Berhasilnya pendidikan yang secara kaffah mengenalkan peserta didiknya pada nilai-nilai keislaman aplikatif merupakan harapan besar kita atas generasi penerus yang memiliki kiprah, manfaat dan menjadi kebanggaan sebagai pribadi muslim, yang memiliki integritas dan visi berkemajuan.
Mengingat keterbatasan sumber daya yang kami miliki, kami mengajak Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk bersama-sama merealisasikan program ini. Dan sebagai pengingat bagi kita semua, Rasulullah s.a.w. pernah mengatakan: Carikan untukku orang-orang lemah. Sesungguhnya kalian ditolong dan diberi rejeki (oleh Allah) adalah karena keberadaan orang-orang lemah (di antara) kalian.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
Nashrun minallaah wa fathun qariib.

Wasalam,
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah
Cabang Pameungpeuk Garut – Jawa Barat


Semoga Husnul Khatimah; Bacharuddin Jusuf Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Parepare Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, tentu banyak gambaran di benak setiap orang mengenai sos...